Gambaran Kedelai Nasional Sekarang Dan Di Masa Depan

posted in: Berita | 0

Kedelai merupakan sumber protein nabati yang sangat akrab di hati masyarakat Indonesia. Kedelai umumnya dikonsumsi sebagai makanan dalam bentuk tahu dan tempe. Kedelai juga dikonsumsi sebagai bahan masakan dalam bentuk kecap. Dengan konsumsi yang dilakukan setiap hari oleh masyarakat Indonesia, maka tidak heran jika permintaan akan kedelai yang tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya.

Indonesia sebagai agraris merupakan tempat yang baik untuk menanam berbagai komoditas pangan, salah satunya kedelai. Akan tetapi kita justru sering mendapati berita impor kedelai yang menghiasi berbagai wajah media pemberitaan. Untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Kedelai Nasional, maka pada Outlook Kedelai 2016 yang diterbitkan oleh Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian dibahas  tentang data – data Kedelai Nasional hingga tahun 2015 dan proyeksinya sampai tahun 2020.

Produksi Nasional Kedelai tahun 2015 hanya mencapai 64,21%, yaitu 963,18 ribu ton dari data  sasaran  produksi kedelai Direktorat  Jenderal  Tanaman Pangan sebesar  1,5  juta  ton. Luas panen kedelai nasional pada tahun 2015 seluas 614,10 ribu hektar, atau hanya tercapai 59,77% dari target luas panen sebesar 1,03 juta hektar. Sementara target yang tercapai adalah produktivitas kedelai nasional sebesar 15,68 ku/ha.

Produktivitas kedelai merupakan kemampuan suatu lahan untuk memproduksi kedelai. Produktivitas kedelai dinyatakan dalam satuan ku/ha (kuintal per hektar). Produktivitas kedelai nasional 1980 – 2015 rata – rata  meningkat 1,56% pertahun. Selama tahun 2010 – 2015, produktivitas kedelai di Jawa tumbuh rata – rata 2,57% per tahun dan di luar jawa tumbuh rata – rata 1,89% tahun.

Di seluruh Indonesia, terdapat 7 provinsi penghasil kedelai nasional terbesar. Selama lima tahun terakhir, ketujuh provinsi tersebut menyumbang 86,34% produksi kedelai nasional. Tiga provinsi yang menghasilkan kedelai terbanyak dan di atas 10% dari produksi kedelai nasional adalah Provinsi Jawa Timur  sebesar  38,16%  (rata-rata  produksi  338,01  ribu  ton),  diikuti Jawa  Tengah  13,95%  (rata-rata  produksi  123,54  ribu  ton),  dan  Nusa Tenggara  Barat  11,25%  (rata-rata  produksi  99,67  ribu  ton).

Pusat Data Dan Informasi (Pusdatin) melakukan proyeksi kedelai 2016 – 2020 dengan pemodelan berdasarkan data produksi tahunan yang menggunakan data luas panen dan produktivitas kedelai per tahun. Produksi kedelai 2016 – 2020 diperkirakan meningkat tipis rata – rata 0,28% per tahun dengan produksi kedelai pada tahun 2020 diperkirakan mencapai 967,29  ribu  ton. Dari segi produktivitas kedelai nasional, diperkirakan akan naik rata – rata 2,30% per tahunnya.

Sementara itu, Pusdatin juga melakukan proyeksi permintaan kedelai pada tahun 2016 – 2020 yang dihitung  berdasarkan data konsumsi Susenas bersumber dari BPS dalam bentuk tahu  dan  tempe,  kemudian  dikonversikan  ke  dalam  bentuk  kedelai segar. Total  permintaan  merupakan  hasil  perkalian  konsumsi per kapita per tahun dikalikan data proyeksi jumlah penduduk tengah tahun yang diterbitkan BPS.

Hasil proyeksi permintaan kedelai pada tahun 2016 – 2020 menurut Pusdatin rata – rata akan meningka 14,79% tahun. Bahkan pada tahun 2020 diperkirakan akan meningkat sampai 2,87 ton juta. Jika ini benar – benar terjadi maka akan terjadi peningkatan permintaan kedelai yang besar karena permintaan kedelai tahun 2015 hanya sebesar 1,56 juta ton.

Berdasarkan data proyeksi permintaan kedelai 2016 – 2020 maka sebenarnya kenaikan permintaan kedelai per tahunnya merupakan peluang yang baik untuk para petani kedelai. Dengan adanya peningkatan produksi dan produktivitas kedelai, maka para petani dapat ikut menikmati berkah naiknya permintaan kedelai nasional tersebut.

Selain itu, diperlukan pula sinergi yang baik secara keseluruhan untuk meningkatkan produksi dan konsumsi kedelai lokal. Mulai dari penggunaan bibit, proses penanaman, distribusi kedelai, konsumsi kedelai, dan sampai dengan kebijakan – kebijakan tentang kedelai, semuanya harus sinergis dan satu tujuan untuk menguatkan peran kedelai lokal dalam kehidupan sehari – hari masyarakat di Indonesia.

Sumber Referensi

Riniarsi T, Dyah. 2016. Outlook Komoditas Pertanian Tanaman Pangan : Kedelai. Jakarta : Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian.

Sumber Gambar Cover Http://www.khasiat.co.id/biji/kacang-kedelai.html

Leave a Reply