Kedelai Di Seluruh Belahan Dunia

posted in: Berita | 0

Pada saat Indonesia mengimport kedelai, hal tersebut menunjukkan ada negara – negara lain di seluruh dunia yang menghasilkan kedelai lebih banyak. Selain lebih banyak menghasilkan kedelai dan dieksport, tentu negara – negara tersebut menguasai nilai eksport kedelai di seluruh dunia. Pada Outlook Kedelai 2016 yang diterbitkan oleh Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian dibahas mengenai produksi, produktivitas, eksport, dan import kedelai seperti yang tersaji berikut ini.

Pada periode 2010 – 2014 Amerika,  Brazil,  Argentina, China,  India,  dan  Paraguay menjadi sentra produksi kedelai dunia dengan total kontribusi sebesar 92,04%  dari rata-rata total produksi  kedelai dunia sebesar  271,02  juta ton. Amerika memimpin dengan total produksi kedelai sebesar 91,40  juta  ton  atau berkontribusi sebesar 33,72%, Brazil 75,58 juta ton (27,89%), Argentina 48,87 juta ton (18,04%), China 13,35 juta ton (4,92%), India 12,42 juta ton (4,58%), dan Paraguay 7,84 juta ton (2,89%). Sementara Indonesia berada di posisi  ke-12  dunia dengan nilai kontribusi 867 ribu ton (0,32%).

Rata – rata luas panen kedelai dunia pada periode 2010 – 2014 rata – rata 107,42  juta  hektar. Total rata – rata produksi kedelai di suatu negara berbanding lurus dengan luas panen yang dimilikinya. Amerika memiliki luas panen kedelai paling luas yaitu 31,23 juta hektar atau sebesar 29,07% dari luas panen kedelai di seluruh dunia.

Masih pada periode yang sama, rata-rata  produktivitas kedelai dunia sebesar 25,00 ku/ha. Perkembangan produktivitas kedelai dunia lima tahun terakhircenderung mengalami stagnasi,  dengan  rata-rata  pertumbuhan  tidak sampai 1% hanya 0,65% per tahun. Thailand  menempati  urutan  pertama  dengan  rata-rata  produktivitas 45,37  ku/ha  diikuti  oleh  Turki  39,46  ku/ha,    Italia    dengan  34,05 ku/ha, Yunani 31,68 ku/ha, dan Amerika 29,21 ku/ha. Sementara produktivitas kedelai di Indonesia pada tahun 2015 baru mencapai sebesar 15,68 ku/ha.

Menurut data FAO, pada tahun 2013 total eksport kedelai di seluruh dunia mencapai 106,17  juta  ton. Jika diambil rata – rata dari tahun 1991 – 2013 maka volume  ekspor  rata-rata  meningkat  sebesar 6,65% per tahun dan volume impor 6,46%. Ada 7 negara yang memiliki kontribusi ekspor kedelai mencapai 97,35% pada periode 2009 – 2013.

Akan tetapi Amerika dan Brazil memimpin dalam volume eksport dan nilai eksport.  Volume eksport Amerika sebesar  40,04 juta ton (berkontribusi 42,33% terhadap total ekspor dunia) dan Brazil  sebesar  33,18  juta  ton 35,08%). Nilai eksport kedelai Amerika 20,20  milyar US$  (43,02%) dan disusul Brazil dengan nilai 16,49  milyar US$ (35,12%).

Secara agregat keragaan volume impor dunia tahun 2009 – 2013 rata-rata  mencapai  93,65  juta  ton. China mendominasi import kedelai dunia dengan kontribusi sebanyak 56,70 juta ton (60,54% dari volume import kedelai seluruh Indonesia). Volume impor negara lain relatif kecil dengan kontribusi  di  bawah  5%. Sementara Indonesia  menempati posisi ke – 10 sebagai negara pengimport kedelai dengan kontribusi sebesar 1,89% atau rata-rata setiap tahun mengimpor kedelai sebesar 1,77 juta ton.

 

Sumber Referensi

Riniarsi T, Dyah. 2016. Outlook Komoditas Pertanian Tanaman Pangan : Kedelai. Jakarta : Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian.

Sumber Gambar Cover

Http://www.infoagribisnis.com/2015/01/budidaya-kedelai/

Leave a Reply