Tempe Dari Kedelai Grobogan Bergizi dan Aman Untuk Dikonsumsi

posted in: Berita | 0

Tempe merupakan makanan yang terbuat dari bahan dasar biji kedelai yang diproses melalui fermentasi “ragi tempe” atau Rhizopus sp. Menurut Booklet Tempe BSNI 2016, Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Bahkan sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dijadikan untuk memproduksi tempe

Konsumsi tempe rata-rata per orang per tahun di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai sekitar 6,45 kg. Sebagai makanan utama, tempe dikonsumsi oleh masyarakat sebagai makanan pendamping nasi. Pada perkembangannya tempe diolah menjadi makanan kemasan siap saji seperti keripik tempe. Bahkan dibeberapa daerah di Indonesia, keripik tempe menjadi oleh – oleh khas suatu daerah.

Kedelai Grobogan merupakan salah satu varietas kedelai lokal yang kini mulai banyak dikembangkan dan dimanfaatkan. Selain sebagai kedelai Non GMO, kedelai Grobogan juga memiliki nilai gizi yang baik apabila diolah menjadi tempe. Hasil penelitian yang berjudul “Karakteristik Fisiokimia Dan Fungsional Tempe Yang Dihasilkan Dari Berbagai Varietas Kedelai” menunjukkan bahwa kandungan protein pada tempe berbahan dasar Kedelai Grobogan sebesar 50,08±1,27%. Nilai ini sudah di atas SNI yaitu 45,71%.

Dalam rangka mengevaluasi dampak konsumsi tempe berbahan dasar Kedelai Grobogan dalam jangka panjang, Made Astawan, Tutik Wresdiyati , dan Jefriaman Sirait melakukan penelitian yang berjudul Pengaruh  Konsumsi  Tempe  Kedelai  Grobogan  Terhadap   Profil Serum,  Hematologi  Dan Antioksidan  Tikus.

Penelitian dilakukan melalui uji subkronis selama 90 hari dengan menggunakan tikus percobaan. Parameter yang diamati adalah profil biokimia serum, hematologi, malonaldehida  (MDA), dan superoksida dismutase (SOD) pada organ hati dan ginjal tikus percobaan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tiga kelompok tikus yang diberi pakan tempe, kedelai rebus dan kasein sebagai sumber protein di dalam ransum (Astawan M,  Wresdiyati  T, dan Sirait  J, 2015).

Data feed convertion efficiency menunjukkan tempe kedelai Grobogan memiliki kualitas  protein  yang  lebih  baik  dibandingkan  kedelai  rebus  dan  kasein. Dibandingkan  dengan  tikus kelompok kedelai rebus dan kasein, maka tikus kelompok tempe memiliki kolesterol HDL (kolestrol baik) yang lebih tinggi, tetapi tidak berbeda nyata pada parameter hematologi, MDA dan SOD hati dan ginjal tikus percobaan. Hal ini menunjukkan konsumsi tempe dari kedelai Grobogan dalam jangka panjang tidak berdampak negatif terhadap kesehatan (Astawan M,  Wresdiyati  T, dan Sirait  J, 2015).

 

Sumber Referensi

Astawan M, Tutik Wresdiyati, Sri Widowati, Sri Harnina B, dan Nadya Ichsani. 2013. “Karakteristik Fisiokimia Dan Fungsional Tempe Yang Dihasilkan Dari Berbagai Varietas Kedelai. Dalam Jurnal Pangan, Vol. 22 No. 3 September 2013 : 241 – 252. 

Astawan M, Tutik Wresdiyati, dan Jefriaman Sirait. 2015. Pengaruh  Konsumsi  Tempe  Kedelai  Grobogan  Terhadap   Profil Serum,  Hematologi  Dan Antioksidan  Tikus. Dalam Jurnal Teknol. dan Industri Pangan Vol. 26(2): 155-162 Th. 2015. Bogor : IPB

 

Sumber Gambar

Cover : https://www.backstreetacademy.com/yogyakarta/1529/tempe-and-sambal-making

Konten : http://diktilitbangmuhammadiyah.org/tag/beasiswa/

 

Leave a Reply