Beda Suhu Penyimpanan, Beda Umur Simpan Tempe

posted in: Berita | 0

Tempe merupakan salah satu pangan sumber protein yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tempe mudah didapatkan dan mudah untuk diolah menjadi makanan. Tempe umumnya diolah menjadi makanan pendamping lain. Selain itu tempe juga diolah menjadi cemilan, seperti keripik tempe. Maka dari itu tidak heran jika permintaan akan tempe di masyarakat tetap tinggi.

                Pada dasarnya setiap bahan makanan memiliki umur simpan. Umur simpan ini adalah rentang waktu di mana nilai gizi dari suatu bahan pangan tetap masih dalam standar dan bahan pangan tersebut masih aman untuk dikonsumsi. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi umur simpan suatu bahan pangan seperti proses pengolahan bahan pangan tersebut, metode pengemasan yang digunakan, dan kondisi suhu serta kelembaban lingkungan penyimpanan.

                Proses pengolahan merupakan faktor yang penting dalam umur simpan, proses pengolahan yang benar dan higienis akan membuat produk minim dari bakteri sehingga bisa memiliki umur simpan yang maksimal. Pemilihan metode pengemasan juga ikut mempengaruhi umur simpan, penggunaan bahan dan komposisi udara yang berbeda akan menghasilkan umur simpan yang berbeda. Sementara itu suhu dan kelembaban akan mempengaruhi aktivitas respirasi dan perkembangan bakteri pada suatu bahan pangan.

                Weliana dan Purwanto, Y. Aris (2016) melakukan suatu penelitian yang berjudul Respon Kualitas Tempe Kedelai Yang Disimpan Pada Berbagai Suhu Penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola respirasi, mengkaji perubahan kualitas, dan melakukan pendugaan umur simpan tempe selama penyimpanan. Suhu yang digunakan pada penelitian ini yaitu suhu ruang, suhu penyimpanan supermarket (5oC), dan suhu lemari pendingin (15oC). Parameter kualitas yang diamati yaitu kadar air, susut bobot, kekerasan, kandungan protein, dan perubahan warna.

                Berdasarkan hasil penelitian, pada suhu penyimpanan 5oC menunjukkan laju respirasi paling rendah serta menunjukkan parameter mutu yang paling baik dibandingkan dua perlakuan lainnya. Umur simpan produk pada suhu 5oC yaitu selama 13 hari, sedangkan pada suhu 15oC tempe hanya mampu bertahan selama 5 hari. Umur simpan paling singkat terjadi pada penyimpanan suhu ruang selama 2 hari (Weliana dan Purwanto, Y. Aris, 2016).

Sumber Referensi

Weliana dan Purwanto, Y. Aris. 2016. Respon Kualitas Tempe Kedelai Yang Disimpan Pada Berbagai Suhu Penyimpanan. Bogor : IPB.

 

Sumber Gambar Cover

Http://Travel-Lush.Com/10-popular-vegetarian-foods-indonesia/

Leave a Reply