Inilah Kemasan Plastik Yang Baik Untuk Menyimpan Benih Kedelai

posted in: Berita | 0

Kedelai merupakan salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Jumlahnya konsumsinya terus meningkat dari tahun ke tahun. Maka dari itu penting untuk terus meningkatkan produksi kedelai lokal sehingga mampu mengurangi ketergantungan impor. Salah satu upaya yang penting dilakukan dalam  meningkatkan produksi kedelai lokal adalah dengan teknologi penyiapan benih kedelai yang tepat.

Penyimpanan benih kedelai merupakan salah satu bagian penting dalam penyiapan benih kedelai. Penyimpanan benih kedelai dapat meliputi penggunaan bahan kemasan, kondisi lingkungan penyimpanan, dan kondisi benih itu sendiri. Pentingnya menggunakan teknik penyimpanan adalah untuk menjaga kualitas benih dan daya perkecambahan benih kedelai itu sendiri.

Selama ini para petani kedelai menggunakan plastik sebagai bahan kemasan dalam menyimpan kedelai. Selain murah dan mudah didapat, plastik dianggap mampu menjaga kadar air pada kedelai yang disimpan dan melindungi bahan dari oksigen di lingkungan penyimpanan. Akan tetapi dengan adanya beberapa jenis plastik kemasan, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui jenis plastik manakah yang paling baik sebagai kemasan benih kedelai.

 Pada Jurnal yang berjudul “Pengaruh Beberapa Kemasan Plastik Terhadap Kualitas Benih Kedelai Selama Penyimpanan”, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan tipe kemasan terbaik untuk pengemasan benih kedelai. Benih kedelai disimpan dalam tiga jenis kemasan plastik yaitu HDPE, plastik hermetic, dan plastik vakum selam 6 bulan dalam gudang dengan suhu ruang (suhu ruang 27±3oC dan RH ±75-90%) (Destiana, Emmy, Dan Lilik, 2016).

Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok satu faktor; yang terdiri dari perbedaan kecepatan putaran mesin (rpm) perontok sebagai kelompok dan bahan kemasan sebagai faktor. Sampel diamati setiap bulan hingga penyimpanan bulan ke 6. Analisis yang diamati adalah kadar air, daya kecambah, butir rusak, penambahan bobot dan kadar asam lemak bebas (FFA) (Destiana, Emmy, Dan Lilik, 2016).

Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kemasan plastik hermetik memiliki kemampuan paling baik untuk mempertahankan kadar air dan menghambat penambahan bobot benih kedelai yang disimpan, yang diikuti oleh kemasan plastik vakum dan HDPE. Benih kedelai yang disimpan pada plastik HDPE, plastik hermetik dan plastik vakum memiliki daya kecambah ≥70% hingga penyimpanan 6 bulan dan kadar air < 10% (Destiana, Emmy, Dan Lilik, 2016).

Sumber Referensi

Destiana, Irna D, Emmy Darmawati, Lilik Pujantoro E N. 2016. Pengaruh Beberapa Kemasan Plastik Terhadap Kualitas Benih Kedelai Selama Penyimpanan. Dalam Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 4 No. 1, p 45-52. Bogor : IPB

 

Sumber Gambar Cover

Https://Finance.Detik.Com/berita-ekonomi-bisnis/3376795/ini-keunggulan-kedelai-lokal-dibanding-impor-dari-as

Leave a Reply