Kondisi Lingkungan Yang Baik Untuk Pertumbuhan Tanaman Kedelai

posted in: Berita | 0

Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman kedelai adalah lingkungan. Faktor lingkungan akan dibagi lagi menjadi beberapa komponen seperti tanah, suhu dan curah hujan. Komponen – kompenen yang saling mendukung ini akan membuat pertumbuhan tanaman kedelai menjadi optimal. Pertumbuhan yang optimal akan erat kaitannya dengan tingkat produktivitas tanaman kedelai itu sendiri.

                Menurut Aep Wawan Irwawan (2006) dan bukunya yang berjudul “Budidaya Tanaman Kedelai “, lingkungan tumbuh kedelai dibagi menjadi tanah dan iklim. Iklim kemudian dibagi lagi menjadi beberapa komponen yaitu suhu, panjang hari, dan distribusi curah hujan.

Tanah

Menurut Aep Wawan Irwawan (2006), pertumbuhan dan produktivitas tanaman kedelai akan optimal pada tanah berstruktur lempung berpasir atau liat berpasir. Kemudian kedalaman olah tanah juga ikut mempengaruhi pada ketersediaan ruang untuk pertumbuhan akar yang lebih bebas sehingga akar tunggang yang terbentuk semakin kokoh dan dalam. Pada jenis tanah yang bertekstur remah dengan kedalaman olah lebih dari 50 cm, akar tanaman kedelai dapat tumbuh mencapai kedalaman 5 m. Sementara pada jenis tanah dengan kadar liat yang tinggi, pertumbuhan akar hanya mencapai kedalaman sekitar 3 m.

Suhu

Menurut Aep Wawan Irwawan (2006), suhu tanah yang optimal dalam proses perkecambahan yaitu 30°C. Bila tumbuh pada suhu tanah yang rendah (<15°C), proses perkecambahan menjadi sangat lambat, bisa mencapai 2 minggu. Hal ini dikarenakan perkecambahan biji tertekan pada kondisi kelembaban tanah tinggi. Sementara pada suhu tinggi (>30°C), banyak biji yang mati akibat respirasi air dari dalam biji yang terlalu cepat.

Kemudian pada saat proses pembentukan bunga, suhu lingkungan yang baik adalah 24 – 25 °C. Suhu yang terlalu rendah (10°C), seperti pada daerah subtropik, dapat menghambat proses pembungaan dan pembentukan polong kedelai. Bila suhu lingkungan sekitar 40°C pada masa tanaman berbunga, bunga tersebut akan rontok sehingga jumlah polong dan biji kedelai yang terbentuk juga menjadi berkurang.

Panjang Hari

Tanaman kedelai sangat peka terhadap perubahan panjang hari atau lama penyinaran sinar matahari karena kedelai termasuk tanaman “hari pendek”. Artinya, tanaman kedelai tidak akan berbunga bila panjang hari melebihi batas kritis, yaitu 15 jam perhari. Oleh karena itu, bila varietas yang berproduksi tinggi dari daerah subtropik dengan panjang hari 14 – 16 jam ditanam di daerah tropik dengan rata-rata panjang hari 12 jam maka varietas tersebut akan mengalami penurunan produksi karena masa bunganya menjadi pendek, yaitu dari umur 50 – 60 hari menjadi 35 – 40 hari setelah tanam( Aep Wawan Irwawan, 2006).

Distribusi Curah Hujan

Curah hujan berkaitan dengan kebutuhan air tanaman kedelai. Jumlah air yang digunakan oleh tanaman kedelai tergantung pada kondisi iklim, sistem pengelolaan tanaman, dan lama periode tumbuh.

Pada dasarnya tanaman kedelai cukup toleran terhadap cekaman kekeringan karena dapat bertahan dan berproduksi bila kondisi cekaman kekeringan maksimal 50% dari kapasitas lapang atau kondisi tanah yang optimal. Namun demikian, pada umumnya kebutuhan air pada tanaman kedelai berkisar 350 – 450 mm selama masa pertumbuhan kedelai ( Aep Wawan Irwawan, 2006)          .

Pada saat perkecambahan, faktor air menjadi sangat penting karena akan berpengaruh pada proses pertumbuhan. Kebutuhan air semakin bertambah seiring dengan bertambahnya umur tanaman. Kebutuhan air paling tinggi terjadi pada saat masa berbunga dan pengisian polong. Kondisi kekeringan menjadi sangat kritis pada saat tanaman kedelai berada pada stadia perkecambahan dan pembentukan polong ( Aep Wawan Irwawan, 2006).

Sumber Referensi

Aep Wawan Irwawan. 2006. Budidaya Tanaman Kedelai (Glycine Max (L.) Merill). Jatinangor : Fakultas Pertanian Universitas Pajadjaran.

Sumber Gambar Cover

http://s3-eu-west-1.amazonaws.com/ff-wp-assets-live/sites/1/2017/07/young-soybean-plants_4645257a-c-Design-Pics-Inc_REX_Shutterstock.jpg

Leave a Reply