Faktanya, Waktu Tanam Mempengaruhi Mutu Awal Benih Kedelai Lokal

posted in: Berita | 0

Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi hasil panen kedelai baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Pertama adalah kualitas benih yang digunakan, ya jelas kita tahu bahwa benih membawa serangkaian informasi DNA yang nantinya akan terlihat pada saat ditanam. Jadi jelas bahwa kualitas benih kedelai akan mempengaruhi hasil panennya.

Kedua adalah lingkungan, kondisi tanah dan cuaca merupakan sebagian contoh nyata dari lingkungan yang akan mempengaruhi hasil panen. Ketiga adalah pengelolaan, bahwa upaya untuk menjaga pertumbuhan kedelai tetap terjaga itu penting. Seperti anak ayam yang tidak cepat besar jika porsi pakannya kurang, tanaman kedelai juga tidak akan memberikan hasil panen yang maksimal jika asupan nutrisi dari pupuknya kurang.

Berbicara tentang benih, menurut Jenewa (2008) dalam Wahyuningsih (2016), benih bermutu merupakan salah satu kunci untuk mendapatkan pertanaman yang mampu memberikan hasil optimal. Benih bermutu adalah benih yang berasal dari varietas murni dengan persentase perkecambahan tinggi, bebas dari hama dan penyakit, dan dengan kadar air yang tepat.

Faktor utama yang menentukan mutu benih adalah kemurnian benih dan daya kecambah. Selain kedua faktor tersebut, mutu benih juga ditentukan oleh varietas, ada/tidaknya penyakit terbawa benih, vigor benih, dan ukuran biji. Faktor-faktor penentu tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi penangkaran benih di lapangan, yaitu faktor genetik, lingkungan, dan status benih.

Menurut (Vieira et al. 2001) dalam Wahyuningsih (2016), Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap mutu benih adalah: (1) lokasi produksi dan waktu tanam, memajukan atau menunda waktu tanam memiliki pengaruh buruk terhadap produksi benih kedelai, terutama dalam kaitannya dengan kualitas benih, (2) teknik budidaya, (3) waktu dan cara panen, serta (4) penimbunan dan penanganan hasil (Vieira et al. 2001).

Hasil penelitian tentang pengaruh waktu tanam dengan daya perkecambahan untuk kedelai lokal varietas Anjasmoro, Grobogan, dan Argomulyo menunjukkan terdapat perbedaan daya kecambah antar varietas dan waktu tanam. Daya kecambah yang dihasilkan dari periode tanam bulan Februari dan April tidak menunjukkan perbedaan, tetapi berbeda dengan periode tanam bulan Desember. Perbedaan daya kecambah ini diduga berkaitan dengan penanganan pada saat panen dan pasca panen (Wahyuningsih, 2016).

Pada periode tanam bulan Desember, panen jatuh pada bulan Maret. Pada bulan Maret pada saat panen dan penjemuran terjadi hujan, yang berdampak pada mutu benih, baik mutu fisik maupun fisiologi benih. Hal ini didukung dengan tingginya benih busuk. Kondisi ini selaras dengan hasil penelitian Khan et al. (2007) yang menunjukkan bahwa mutu benih kedelai yang baik diperoleh pada periode tanam minggu pertama bulan Agustus (Wahyuningsih, 2016).

Sumber Referensi

Wahyuningsih, Sri. 2016. Pengaruh Waktu Tanam terhadap Mutu Awal Benih Beberapa Varietas Unggul Kedelai. Diakses Dari Http://BalitKabi.Litbang.Pertanian.Go.Id/?p=5164

Sumber Gambar Cover

Https://Www.Pexels.Com/photo/agro-hand-harvest-leguminous-271407/

Leave a Reply