Peluang Pemasaran Kedelai Untuk Tumbuh Melalui E-Commerce

posted in: Berita | 0

Hari ini teknologi informasi berkembang begitu cepat. Tidak hanya tentang kecanggihan suatu infrastruktur jaringan internet, website dan mobile aplikasi, tetapi juga berdampak pada perkembangan rantai pasok suatu komoditas perdagangan. Penggunaan e-commerce harus diakui telah mulai merubah pola suatu rantai pasok. Kini seorang produsen bisa menjual produk secara langsung menjual produknya kepada konsumen.

Komoditas pertanian di Indonesia seperti kedelai lokal dengan berbagai produknya memiliki peluang untuk tumbuh melalui e-commerce. Peluang ini nyata, karena di negara markas raksasa perusahaan E-Commerce seperti Tiongkok, perdagangan online produk hasil pertanian bukanlah sesuatu hal yang baru. Hal ini sudah diprediksi akan muncul sejak perkembangan teknology e-commerce, mobile payment, dan infrastruktur internet yang berkembang dengan begitu cepat.

Dikutip dari TechNode.Com, Kementerian Pertanian Tiongkok mengestimasi pada tahun 2014, transaksi e-commerce untuk produk telah mencapai lebih dari 16 Milliar Dollar Amerika. Selain menjual produk pertanian melalui jalur ritel online, perusahaan e-commerce di Tiongkok juga mulai menjual sumber produksi pertanian seperti benih, pupuk, pestisida dan mesin, nilainya pada tahun 2014 diperkirakan telah lebih dari 312 Milliar Dollar Amerika.

Bagaimana Dengan Peluang E-Commerce Untuk Kedelai Dan Berbagai Produknya Di Indonesia?

Menurut APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) Jumlah pengguna Internet di Indonesia tahun 2016 adalah 132,7 juta user atau sekitar 51,5% dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 256,2 juta. Merujuk pada data Nielsen 2016, 38% pengguna internet di Indonesia melakukan belanja online dengan total transaksi untuk produk food and beverage baru mencapai 1% dari keseluruhan. Sementara itu yang tidak kalah penting adalah, Data Nielsen 2017 menunjukkan bahwa konsumsi makanan dalam rumah tangga di Indonesia tumbuh 7%.

Jika kita merujuk dari data pendukung tersebut maka ada peluang untuk e-commerce kedelai di Indonesia. Merujuk data di atas ada sekitar 50 juta orang Indonesia yang melakukan transaksi perdagangan online. Lebih dipersempit lagi ada 1% dari 50 juta orang tadi atau sekitar 500 ribu orang yang melakukan transaksi online untuk makanan dan minuman. Nilai 500 ribu merupakan nilai yang potensial untuk pasar kedelai lokal dan produk – produknya. Coba dibayangkan, berapa lama seorang petani yang menjual kedelai membutuhkan waktu untuk bertemu 500 ribu calon pembeli jika hanya menawarkan secara offline.

Peluang ini masih bisa tumbuh karena jumlah transaksi perdagangan online di Indonesia masih akan terus tumbuh dan ditopang konsumsi makanan rumah tangga yang tumbuh 7% tadi. Belum lagi, gaya hidup sehat mulai muncul di masyarakat, sehingga produk berbahan kedelai lokal yang menyehatkan seperti ATTempe dapat ikut ambil bagian di sana.

Perdagangan kedelai lokal dan produk – produknya melalui pemasaran online akan memberikan manfaat positif, terutama pada efisiensi rantai pasoknya. Menurut Jurnal “Study on Operation Mode of   Agricultural Supply Chain in WeChat   Business Environment”, bahwa penjualan produk hasil pertanian secara online akan memperpendek rantai pasok dan meningkatkan efisiensi rantai pasok karena produk pertanian dari produsen langsung sampai ke tangan konsumen ke konsumen. Selain itu, dengan adanya informasi yang realtime tentang produk hasil pertanian yang diperdagangkan, konsumen dapat mengontrol langsung kualitas produknya, dan hal ini meningkatkan kepercayaan konsumen akan produknya.

Apa Saja Yang Perlu Dipersiapkan?

Suatu aktivitas e-commerce tentu terdiri dari serangkaian aktivitas yang saling terintegrasi agar semua transaksinya dapat berjalan dengan lancar dan realtime. Jurnal“Online Marketing Strategy for Agricultural Supply Chain and Regional Economic Growth based on E-commerce Perspective”  menyebutkan bahwa sebuah e-commerce lengkap dengan rantai informasi produk pertanian segar harus mencakup: sistem informasi persediaan, sistem komunikasi online, sistem perdagangan online,  sistem query latar belakang perusahaan, sistem manajemen pemasok, sistem pemesanan, sistem manajemen pelanggan, sistem informasi logistik, sistem manajemen persediaan, dll.

Selain itu  hasil penelitian yang dilakukan juga menunjukkan bahwa kualitas produk, variasi, kesegaran, keamanan dan harga merupakan faktor penting yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. Dan kecepatan distribusi, kenyamanan, layanan pelanggan yang terkait dengan layanan logistik juga akan mempengaruhi kepuasan pelanggan.

Langkah nyata yang harus dipersiapkan adalah mulai dari standarisasi produk. Baik hasil panen kedelai lokal yang belum diolah ataupun yang sudah diolah seperti tempe harus lulus standarisasi terlebih dahulu. Terlebih jika arahnya menuju pasar luar negeri yang jelas standarisasi mutunya lebih ketat. Kemudian membangun infrastruktur jaringan agar seluruh aliran data dapat berjalan dengan lancar dan realtime.

Pemilihan vendor distribusi pun tidak kalah penting, mengingat produk kedelai adalah produk pertanian sehingga harus cepat sampai ke tangan konsumen dalam kondisi layak untuk dikonsumsi. Dan yang tidak kalah penting adalah upaya untuk meningkatkan produksi kedelai lokal karena dari sanalah produk yang diperdagangkan berasal.

 

Sumber Referensi

Emma Lee. 2015. China’s E-Commerce Boom Set to Overhaul Agriculture. Diakses Dari Https://TechNode.Com/2015/08/21/e-commerce-agriculture/.

Hui Yang and Yajuan Zhang. 2015. Online Marketing Strategy for Agricultural Supply Chain and Regional Economic Growth based on E-commerce Perspective. Dalam International Journal of Security and Its Applications Vol.9, No.10 (2015), pp.323-332. College of Economics and Management, Northeast Agricultural University, Harbin, China

Yue Cong And Yaqin Zheng. 2017. Study on Operation Mode of   Agricultural Supply Chain in WeChat   Business Environment. Dalam Journal of Service Science and Management, 2017, 10, 330-337. Business Administration School, Anhui University of Finance and Economic, Bengbu, China.

.

Sumber Gambar Cover

Http://Labs.TffChallenge.Com/posts/post-list/agrosmart/

Leave a Reply