Penyimpanan Beku Menjaga Kualitas Tempe Dari Kedelai Lokal

posted in: Berita | 0

Bahan pangan merupakan bahan yang mudah rusak. Tidak hanya hitungan hari, bahkan beberapa bahan pangan dapat rusak dalam hitungan jam. Ada berbagai faktor yang dapat mempengaruhi cepat atau lambatnya kerusakan bahan pangan seperti aktivitas enzim yang terjadi, kondisi suhu dan udara di sekitarnya, dan aktivitas mikrobia yang ada. Oleh karena itu perlu penanganan yang tepat dalam menyimpan bahan pangan agar tidak cepat rusak.

                Tempe merupakan salah satu produk pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat. Umumnya tempe dapat di simpan 1 – 2 hari dalam suhu ruang atau lemari pendingin, tergantung kondisi tingkat fermentasi tempe pada saat itu. Akan tetapi pada beberapa kondisi, dibutuhkan waktu yang lebih panjang untuk menyimpan tempe. Seperti pada saat proses distribusi ke luar kota yang membutuhkan 1 – 2 hari perjalanan.

                Penyimpanan beku merupakan salah satu teknik penyimpanan dengan cara membekukan bahan pangan pada suhu yang sangat rendah di bawah 0o. Pada saat penyimpanan beku, aktivitas enzim dan mikroba dapat diperlambat sehingga memperlama umur simpan suatu produk pangan. Selama ini peyimpanan beku banyak diaplikasikan pada produk daging.

                Penelitian berjudul Kualitas Tempe Kedelai Unggul Selama Penyimpanan Beku dilakukan dengan tujuan  untuk mengetahui kualitas tempe berbahan baku biji kedelai varietas unggul dan pengaruhnya selama penyimpanan beku. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Hasil Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan  dan Umbi-umbian (Balitkabi), Malang. Bahan penelitian adalah enam varietas kedelai yang terdiri dari lima varietas unggul yaitu Argomulyo, Jayawijaya, Ringgit, Argopuro, Tampomas, serta biji kedelaiimpor digunakan sebagai pembanding (Antarlina, SS, Erliana G, Dan J.S Utomo, 2003).

                Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok faktorial, dengan faktor I: lama penyimpanan beku (0, 2, dan 4 minggu), faktor II: enam varietas kedelai, masing-masing tiga ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  penyimpanan tempe segar dengan cara beku selama 4 minggu dapat mempertahankan kualitas tempe, karena fisik dan rasa masih normal dan kadar protein hanya menurun 1,68% bb. Kualitas tempe yang dihasilkan dari kedelai varietas unggul Argomulyo, Jayawijaya, Ringgit, Argopuro, Tampomas lebih baik ditinjau dari kadar proteinnya dan lebih tinggidi banding kedelai impor (Antarlina, SS, Erliana G, Dan J.S Utomo, 2003).

Sumber Referensi

Antarlina, SS, Erliana G, J.S Utomo. 2003. Kualitas Tempe Kedelai Unggul Selama Penyimpanan Beku. Dalam Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol. 22  NO. 2  2003.

Sumber Gambar Cover

Https://FoodCraft.Hk/products/organic-chickpea-tempeh-224g

Leave a Reply