Malika, Kedelai Hitam Berkualitas Dan Asli Indonesia

posted in: Berita | 0

Berbicara kedelai, tidak hanya kedelai kuning yang selama ini kita kenal sebagai bahan baku tahu tempe, tetapi juga kedelai hitam. Disebut kedelai hitam karena biji kedelainya berwarna hitam. Kedelai hitam banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku kecap. Dan salah satu varietas kedelai hitam lokal yang sering kita dengar ata baca di berbagai media adalah Kedelai Hitam Malika.

Kedelai Hitam Malika merupakan kedelai hitam asli Indonesia. Kedelai Hitam Malika dikembangkan oleh Dr. Ir. Setyastuti Purwanti MS yang merupakan tim peneliti dari Fakultas Pertanian UGM. Dilansir dari Tekno.Liputan6.Com, kedelai hitam berkualitas unggul ini berawal dari keinginan perusahaan swasta yang ingin mengembangkan produk kecap memakai kedelai hitam lokal tertentu. Setelah melalui proses meneliti berbagai kedelai hitam varietas lokal, diperoleh Kedelai Hitam Malika dengan keunggulan dari sisi ketahanan terhadap kekeringan tanah, genangan air, dan hama.

Dikutip dari FaPerta.UGM.ac.id, Kedelai hitam kultivar Mallika sudah cukup teruji dan mampu menunjukkan beberapa keunggulan baik kuantitas dan kualitasnya. Potensi hasil Mallika berkisar antara 1,64-2,93 ton/ha, dan di tingkat petani mampu mencapai 2,40 ton/ha (tahun 2004), 2,76 ton/ha (tahun 2005), bahkan 3,0 ton/ha. Kedelai hitam kultivar Mallika mempunyai daya simpan benih yang lebih baik dibandingkan kedelai kuning kultivar Wilis. Setelah disimpan selama 6 bulan baik di ketinggian tempat 600 m dpl (rerata suhu 21,33 0) maupun 115 m dpl (rerata suhu 27,62 0), Mallika masih menunjukkan daya tumbuh sebesar 96,67 % dan 94,04 %, sedangkan kultivar Wilis hanya 89,00 % dan 57,04 %.

Pada kondisi kekeringan produktivitas Mallika tetap lebih tinggi dari Cikuray dan kedelai hitam lokalnya. Kondisi demikian menunjukkan bahwa Mallika mampu beradaptasi terhadap kondisi kekeringan, sehingga Mallika juga cukup baik dibudidayakan di lahan baon (hutan). Bahkan dalam kondisi tergenang akibat banjir besar, seperti pernah terjadi di kabupaten Trenggalek tahun 2004, ternyata Mallika masih dapat mencapai produktivitas 1,70 ton/ha. Kandungan protein dan lemak Mallika adalah 37 dan 20 %, Cikuray adalah 35 dan 17 %, Burangrang 39 dan 20 %, dan kultivar Wilis 37,10 dan 18 %.

Dikutip dari UGM.ac.id, berkat hasil budidaya, uji varietas dan uji lokasi, pada Februari 2007, kedelai yang dinamakan Mallika ini resmi dilepas sebagai varietas unggulan nasional. Dengan munculnya Mallika, tercatat dalam sejarah Indonesia tiga kali melepas tiga varietas kedelai hitam, yakni Marapi pada tahun 1938 dan Cikurai pada 1992. Pada tahun 2014, sekitar 7000 petani telah dilibatkan dalam budidaya Kedelai Hitam Malika untuk memenuhi permintaan akan bahan baku kecap dari salah satu merek kecap ternama.

Tidak hanya sukses menjadi varietas kedelai hitam unggulan, Kedelai Hitam Malika turut sukses memberdayakan para petani kedelai.

Sumber Referensi

Damar, Agustianus Mario. 2016. Kedelai Hitam Malika, Kedelai Berkualitas Asli Indonesia. Diakses Dari Http://Tekno.Liputan6.Com/read/2610018/kedelai-hitam-malika-kedelai-berkualitas-asli-indonesia

Dody Kastono, S.P., M.P. I-U-C DALAM AKSI:Pemberdayaan Petani dalam Pengembangan Kedelai Hitam. Diakses Dari Http://FaPerta.UGM.ac.id/fokus/Pemberdayaan_Petani_dalam_Pengembangan_Kedelai_Hitam.php

Gusti. 2014. Setyastuti, Si Pengembang Kedelai Mallika Raih Doktor. Diakses Dari Https://UGM.ac.id/id/berita/9538-setyastuti.si.pengembang.kedelai.mallika.raih.doktor

Sumber Gambar Referensi

Http://Cybex.Pertanian.Go.Id/materilokalita/detail/13221/pembuatan-kecap-dari-biji-kedelai

Leave a Reply