Mengenal Yoghurt Susu Kedelai (Soyghurt)

posted in: Berita | 0

Yoghurt merupakan salah satu olah berbahan dasar susu yang banyak dikonsumsi di masyarakat. Yoghurt dibuat melalui proses fermentasi dengan bantuan bakteri  Streptococcus thermophillus  dan  Lactobacillus  bulgaricus. Mengkonsumsi yoghurt bermanfaat bagi kesehatan karena memiliki kandungan bakteri probiotik yang baik untuk sistem pencernaan. Selain itu, variasi rasa yoghurt juga mampu menarik minat masyarakat untuk mengkonsumsinya.

Selain dari susu sapi, yoghurt juga dapat dibuat dari bahan susu kedelai. Ditinjau dari kandungan gizinya, susu kedelai memiliki kandungan protein nabati yang cukup tinggi dan lemak sehat yang lebih banyak. Selain itu, yoghurt berbahan dasar susu kedelai dapat dikonsumsi oleh orang – orang yang sensitif terhadap kandungan laktosa pada susu sapi.

Pada dasarnya pembuatan yoghurt dari susu kedelai (soyghurt) sama dengan pembuatan yogurt dari susu sapi, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan karakter dari susu kedelai. Menurut Santoso (2009), soyghurt dapat dibuat dengan hasil baik, bila  kadar  protein  susu  kedelai  berada  antara  3,6  sampai  4,5  persen,  dan  dengan  penambahan sumber gula sebanyak 4 sampai 5 persen. Gula digunakan oleh bakteri sebagai sumber energi selama proses fermentasi.

Salah satu sumber gula yang biasa digunakan adalah susu skim. Menurut Nitema Gulo (2006), selain sebagai pemicu pertumbuhan bakteri starter, susu skim juga digunakan untuk meningkatkan total padatan bukan lemak, memperbaiki konsistensi dan viskositas, serta berperan dalam pembentukan koagulan.

Pada Jurnal yang berjudul Analisis  Kandungan  Lemak  Dan  Protein  Terhadap  Kualitas Soyghurt Dengan Penambahan Susu Skim, dilakukan penelitian dengan membuat SoyGurt berbahan dasar susu kedelai dengan variasi komposisi susu skim 5, 10, 15, dan 20% serta penambahan 5% cmc.  Hasilnya, pada soyghurt dengan penambahan susu skim sebanyak 15% terdapat kandungan protein sebanyak 17, 1% dan lemak sebanyak 0,1 – 0,2%.  Penurunan kadar lemak ini dapat terjadi karena  lemak akan  dihidrolisis  menjadi  senyawa  yang  lebih sederhana selama proses fermentasi. Selain itu, pH pada soyghur ini  4,4, yang artinya sudah sesuai  dengan  pH  persyaratan  yoghurt antara 3,8 – 4,6.

 Berbagai penelitian menyebutkan bahwa yoghurt yang disimpan pada suhu 4 – 5oC aman untuk disimpan dan dikonsumsi sampai dengan sekitar 7 hari penyimpanan. Hal ini dikarenakan bakteri yang mengalami perlambatan perkembangan pada suhu tersebut. Akan tetapi sebaiknya soyghurt segera dikonsumsi setelah dibuat atau dibeli agar tubuh mendapatkan kualitas yang paling baik.

 

Sumber Referensi

Diana Serlahwaty, Syarmalina, dan Novita Sari. 2015. Analisis  Kandungan  Lemak  Dan  Protein  Terhadap  Kualitas Soyghurt Dengan Penambahan Susu Skim.  Dalam Jurnal Berkala Ilmiah Kimia Farmasi, Vol.4 No. 2 November  2015

Nitema Gulo. 2006. Substitusi Susu Kedelai Dengan Susu Sapi Pada Pembuatan Soyghurt Instant. Medan. Jurusan THP Fakultas Pertanian Unika St. Thomas Sumatera Utara.

Santoso, SP. 2009. Susu Dan Yogurt Kedelai. Malang : Fakultas Pertanian, Universitas Widyagama Malang.

Sumber Gambar Cover

Https://Www.SiPenDik.Com/cara-membuat-yoghurt-praktis-di-rumah/

Leave a Reply