Ragam Bentuk Konsumsi Kedelai Di Indonesia

posted in: Berita | 0

Kedelai merupakan salah satu bahan pangan dengan jumlah konsumsi tinggi di Indonesia. Setiap hari kita pasti menjumpai ada banyak orang yang mengkonsumsi makanan berbahan dasar kedelai seperti tahu dan tempe. Belum lagi yang mengkonsumsinya sebagai susu kedelai. Maka tidak heran jika permintaan kedelai di Indonesia jauh melampaui kemampuan produksinya saat ini sehingga import kedelai masih saja terus terjadi.

Faktanya kedelai tidak hanya digunakan dalam bentuk makanan. Dilansir dari Analisis Outlook Pangan 2015 – 2019, ada enam jenis penggunaan kedelai. Keenam jenis penggunaan tersebut terdiri dari untuk keperluan pangan, industri non pangan, waste, bibit, pakan, dan ekspor.

Seperti yang kita tahu dari aktivitas di kehidupan sehari – hari, kedelai banyak dikonsumsi sebagai bahan pangan. Hal ini senada dengan data dari Analisis Outlook Pangan 2015 – 2019 yang menunjukkan bahwa 84,91% kedelai di Indonesia dikonsumsi dalam bentuk pangan. Kedelai yang dikonsumsi dalam bentuk pangan olahan, yaitu: tahu, tempe, kecap, tauco, susu kedelai, dan berbagai bentuk makanan ringan (snack). Bentuk nyatanya, kita akan dengan mudah menemukan tahu, tempe, dan kecap di berbagai penjual makanan di sekitar kita dan setiap hari pasti habis dikonsumsi.

Industri pangan menyusul dengan jumlah konsumsi 8.51%. Salah satu bentuk produknya adalah tinta dari kedelai. Kemudian 5%nya adalah waste atau kedelai yang tercecer. Semua proses yang dilalui kedelai, mulai dari dipanen sampai dikonsumsi pasti ada yang tercecer, mulai dari dipetik, dijemur, dibawa dengan truk, sampai dengan saat pengolahan di pabrik. Angka ini sudah turun dibanding periode 2006 – 2011 yang mencapai 9.35%. Kedelai yang tercecer memang harus mendapat penanganan yang baik karena semakin banyak jumlah yang tercecer berarti semakin banyak biaya yang terbuang dengan percuma.

Selanjutnya 1.23% kedelai digunakan sebagai benih untuk penanaman kedelai selanjutnya. Jumlah benih akan meningkat selaras dengan jumlah pembukaan lahan kedelai baru. Untuk pakan ada 0.31% kedelai yang digunakan. Kedelai menjadi salah satu sumber pakan ternak karena kandungan protein dan seratnya yang tinggi. Dan terakhir 0.04% Kedelai digunakan untuk diekspor ke luar negeri. Salah satu jenis kedelai yang banyak di ekspor adalah Kedelai Edamame.

Sumber Referensi

Anonim. 2014. Analisis Outlook Pangan 2015 – 2019. Jakarta. Pusat Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri, Badan Pengkajian Dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Sumber Gambar Cover

Https://Www.CrownIron.Com/technologies/oilseed-preparation/soybean-preparation

Leave a Reply