Tempe Baik Untuk Diet

posted in: Berita | 0

Tempe merupakan makanan khas dari Indonesia yang terbuat dari bahan dasar kacang kedelai yang difermentasikan. Kandungan nutrisi yang dibawa oleh kedelai membuat tempe menjadi sumber asupan nutrisi yang baik untuk dikonsumsi. Selain itu, proses  fermentasi yang terjadi pada tempe turut membawa bakteri baik yang dapat bermanfaat bagi pencernaan orang yang mengkonsumsinya.

Di kehidupan sehari – hari kita mengenal tempe sebagai bahan pendamping nasi pada saat makan atau cemilan di antara jam makan. Akan tetapi tempe lebih dimanfaatkan sebagai makanan untuk diet sehat bagi masyarakat Eropa dan Amerika. Tentu ini tidak sekedar opini, melainkan telah melalui berbagai penelitian dan pengalaman dari pakar di bidangnya.

Alasan utama tempe baik untuk diet adalah kandungan proteinnya yang tinggi. Dikutip dari EcoWatch.Com, tempe dari kedelai dengan kandungan protein yang tinggi bisa meningkatkan rasa kenyang, mengurangi rasa lapar dan meningkatkan penurunan berat badan.

Pada tahun 2014, penelitian yang berjudul Appetite Control And Biomarkers Of Satiety With Vegetarian (Soy) And Meat-Based High-Protein Diets For Weight Loss In Obese Men: A Randomized Crossover Trial, 20 orang dengan kelebihan berat badan melakukan diet tinggi protein. Sebagian menggunakan protein berbahan dasar kedelai, sebagian lagi menggunakan protein berbahan dasar daging sapi. Setelah 2 minggu diperoleh bahwa diet kaya protein dengan protein kedelai memberikan hasil yang sama dengan diet protein daging. Diet yang dilakukan mampu penurunan berat badan, penurunan rasa lapar dan memberikan rasa kenyang yang lebih lama.

Tempeh terbuat dari kedelai, yang mengandung isoflavon kedelai. Studi menunjukkan bahwa isoflavon kedelai dan protein kedelai dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Hasil dari penelitian yang berjudul Soy Protein Reduces Triglyceride Levels And Triglyceride Fatty Acid Fractional Synthesis Rate In Hypercholesterolemic Subjects menunjukkan bahwa kelompok yang mengkonsumsi protein dari kedelai selama enam minggu mengalami penurunan kolesterol LDL sebesar 5,7 persen, trigliserida sebesar 13,3 persen, dan kolesterol total sebesar 4,4 persen.

Tidak hanya karena protein dan isoflavon dari tempe, ahli gizi dari IPB Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD, tempe memiliki kandungan nutrisi yang setara dengan daging. Dikutip dari Suara.Com, Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD menyampaikan bahwa  tempe mengandung vitamin B12 yang hanya ditemukan pada daging dan tempe. Jadi buat yang vegetarian, tempe bisa menjadi solusi agar tidak kekurangan zat besi.

Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD menambahkan bahwa Makan tempe 100 gram sehari bisa memenuhi kebutuhan vitamin B12 seratus persen. Tapi cara mengolahnya harus diperhatikan, lebih baik dikukus atau dibikin mendoan dengan minyak yang bagus sehingga proteinnya masih banyak.

Sumber Referensi

Rachael Link. 2017. 6 Reasons Tempeh Should Be Part of a Healthy Diet. Diakses Dari Https://Www.EcoWatch.Com/tempeh-healthy-diet-2418024546.html

Chaerunissa Dan Firsta Nodia. 2017. Diet, Coba Makan Tempe Kukus. Https://Www.Suara.Com/health/2017/10/17/101806/diet-coba-makan-tempe

Sumber Gambar Cover

Https://Emsig-Global.Com/dr/diet/

Leave a Reply