Tahu Dan Tempe, Mana Yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?

posted in: Berita | 0

Kedelai Non GMO merupakan sumber nutrisi yang baik untuk dikonsumsi. Bahkan masyarakat negara maju seperti Jepang fokus mengkonsumsi Kedelai Non GMO sejak akhir tahun 90an dan rela membayar dengan harga yang lebih mahal untuk mendapatkannya. Semua itu tidak lain karena demi mendapatkan nutrisi yang baik dan kesehatan yang jangka panjang.

Dalam kehidupan sehari – hari, Kedelai Non GMO banyak diolah menjadi tahu dan tempe, seperti Attempe, tempe sehat dari Yogyakarta. Tahu diperoleh dari kedelai yang diekstrak kemudian digumpalkan, sementara tempe diperoleh dari biji kedelai yang difermentasikan. Sekilas keduanya memiliki kandungan nutrisi yang sama karena sama – sama terbuat dari kedelai, tapi faktanya berbeda.

Protein

Tahu dan tempe ternyata memiliki kandungan protein yang berbeda. Dikutip dari Health.Kompas.Com, dalam 1 porsi (1/2 cangkir), tahu mengandung 10 gram protein sedangkan tempe mengandung 15,4 gram protein. Jika ditinjau dari proses pembuatannya, tahu mengalami kehilangan lebih banyak protein karena kedelai yang digunakan mengalami ekstraksi dengan banyak air. Sementara pada proses pembuatan tempe, biji kedelai tidak mengalami ekstraksi seperti halnya pada tahu, melainkan biji kedelai yang sudah dikupas kulitnya difermentasikan dengan bakteri starter.

 Serat

Dikutip dari Health.Kompas.Com, dalam 1 porsi (1/2 cangkir), tahu mengandung 0,5 gram serat dan tempe mengandung 3,5 serat. Secara mudah kita bisa melihat bahwa struktur tempe memiliki lebih banyak serat daripada tahu. Serat pada tempe lebih banyak karena biji kedelai tidak diekstraksi terlebih dahulu seperti pada tahu. Serat pada tahu tempe sendiri salah satunya bermanfaat untuk memberikan rasa kenyang.

Energi dan Bakteri Probiotik

Secara energi, tempe lebih unggul dengan kandungan energi di mana per 100gram tempe mengandung 150 kkal energi, sementara per 100 gram tahu mengandung 80 kkal(Detik Food, 2013). Energi ini nantinya menjadi salah satu sumber energi yang digunakan oleh tubuh untuk beraktvitas. Selain itu tempe memiliki kandungan bakteri probiotik yang baik bagi tubuh dan pencernaan. Bakteri probiotik ini banyak terdapat di tempe karena tempe mengalami proses fermentasi dengan bakteri starter, sementara tahu tidak.

Dari penjelasan di atas kita bisa melihat bahwa tempe memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi daripada tahu. Akan tetapi satu hal yang patut digarisbawahi adalah bagaimana cara kita mengolahnya, karena cara pengolahan, suhu pengolahan, lama pemasakan, dan berbagai kombinasi bahan baku yang digunakan juga akan mempengaruhi kandungan nutrisi yang ada di dalam tahu tempe.

Sumber Referensi

Anonim. 2013. Mana Yang Lebih Bernutrisi, Tahu Atau Tempe?. Dalam Https://Food.Detik.Com/info-sehat/d-2354511/mana-yang-lebih-bernutrisi-tahu-atau-tempe

Pininta, Ayunda. 2017. Mana Yang Lebih Tinggi Protein, Tahu Atau Tempe?.  Dalam Http://Health.Kompas.Com/read/2017/01/04/181500923/mana.yang.lebih.tinggi.protein.tahu.atau.tempe.

 

Sumber Gambar Cover

Https://HelloSehat.Com/hidup-sehat/nutrisi/tahu-dan-tempe-nutrisi/

Leave a Reply