Perkembangan Tempe Di Belanda

posted in: Berita | 0

Tempe merupakan pembahasan yang menarik, baik untuk di dalam negeri maupun di luar negeri. Tempe eksisi di berbagai negara mulai dari Indonesia, Jepang, Amerika, sampai ke wilayah Eropa. Bagi orang Amerika dan Eropa, tempe dikenal baik di kalangan vegetarian sebagai sumber protein pengganti daging yang baik. Bahkan jika ditelaah lebih jauh, salah satu sumber perkembangan tempe di wilayah Eropa berawal dari Belanda.

Sejarah Tempe Di Belanda

 Menurut Limando et al. (2014), Tempe mulai dikenal oleh masyarakat Eropa melalui orang-orang  Belanda.  Pada  1895,  Prinsen  Geerlings, seorang  ahli  kimia  dan  mikrobiologi  dari  Belanda melakukan  usaha  yang  pertama  kali  untuk mengidentifikasi  kapang  tempe.  Perusahaan – perusahaan  tempe  yang  pertama  di  Eropa  mulai didirikan  di  Belanda  oleh  para  imigran  dari Indonesia. Pada 1946, tempe  mulai populer di Eropa. Pada  1984,  sudah  tercatat  sebanyak  18  perusahaan tempe  di  Eropa,  53  di  Amerika,  dan  delapan  di Jepang.

Salah Satu Produsen Tempe Di Belanda

Salah satu produsen tempe yang terkenal di Belanda adalah Soya Bean Company yang bertempat di Kerkrade, Belanda. Pendiri perusahaan penghasil tempe ini bernama Robbert Van Dapperen. Dikutip dari TempehProduct.Com, pada tahun 1960an, Robbert van Dapperen belajar membuat tempe dari seorang keturunan Indonesia – Belanda yang bernama Mr Remmet.

Awalnya tempe yang dibuat oleh Robbert Van Dapperen hanya untuk konsumsi pribadi. Pada tahun 1962, Robbert Van Dapperen mulai memproduksi tempenya untuk komersil setelah melihat adanya peluang pada para vegetarian dan makanan organik. Sepuluh tahun berselang, karena kapasitas usahanya yang makin membesar, Robbert Van Dapperen memindahkan usahanya ke kota Kerkrade pada tahun 1972.

empe produksi dari Soya Bean Company memliki tujuan awal untuk dijual kepada orang – orang Indonesia yang ada di Belanda. Pada tahun 1982, tempe produksinya mulai dijual ke pasar eksport. Bahkan keluarga dari Robbert Van Dapperen  berhasil menemukan bakteri kultur starter yang paling pas untuk tempe produksinya.

Pada tahun 1990 Robbert Van Dapperen menjual perusahaannya kepada Mr. J. Singh, yang kemudian dijual lagi ke pemilik sekarang yang bernama Angelo Croci. Menurut Gaganawati Stegmann (2015) dalam Kompasiana.Com, perusahaan tempe ini aktif dalam penyebaran leaflet tentang tempeh, menggelar demo cara membuat dan memasak tempeh hingga menembus Central Market.

 Promosi Tempe Di Belanda

Pada tahun 2015, tiga chef terbaik Indonesia yaitu Chef Jimmy Lo Hamzah (berdomisili di Belanda), Yudi Yahya (berdomisili di Belgia) dan Ari Munandar (berdomisili di Republik Ceko) mendemonstrasikan tempe di negara kincir angin, Belanda, dalam acara promosi yang bertemakan “When Tempe can make its own words”.

Dikutip dari tulisan Lori Mora (2015) dalam Jawaban.Com, Ketiga chef kelas atas ini mengubah posisi tempe menjadi makanan kelas tinggi. Diantaranya, chef Jimmy Lo Hamzah dengan sajian Perkedel Tempe dan Botok Tempe-nya, sebagai sajikan makanan pembuka dengan racikan ayam, daun kemangi, potongan kelapa dan dibungkus dengan daun pisang.

Sedang chef Yudi Yahya menyajikan tempe mirip makanan Eropa yang diberi nama Le Tempe de Mer dengan bahan campuran scallop, asparagus dan mojo yang disajikan menjadi semacam steak.  Yudi juga menyulap tempe menjadi Sailing Tempe on Prawn, yaitu tempe yang dipadu dengan udang dan kentang (Lori Mora, 2015).

Berbeda pula dengan hidangan racikan chef Ari Munandar yang menampilkan hidangan tempe ala Italia yang diberi nama Raviolo Tempe Mangiami dan Sparkling Seaworld yang disajikan dengan ikan dan puree Tempe dengan sauce clam (Lori Mora, 2015).

Sumber Referensi

Anonim. 2018. SBC Tempeh Manufacturers. Dalam Http://Www.TempehProducts.Com/

Limando, Ido et al. 2014. Perancangan Buku Visual Tentang Tempe Sebagai Salah Satu Makanan Masyarakat Indonesia. Surabaya : Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Kristen Petra.

Mora, Lori. 2015. Cerita Tiga Chef Indonesia Populerkan Tempe Di Belanda. Diakses dari Https://Www.Jawaban.Com/read/article/id/2015/05/11/10/150511110317/cerita_tiga_chef_indonesia_populerkan_tempe_di_belanda

Stegmann, Gaganawati. 2015. Tempe Ala Indonesia Dibuat Di Belanda, DiEkspors Ke Seluruh Dunia. Diakses dari Https://Www.Kompasiana.Com/gaganawati/tempe-ala-indonesia-dibuat-di-belanda-diekspor-ke-seluruh-dunia_55114b2c813311a941bc6333

Sumber Gambar Cover

Https://Www.PlanWallpaper.Com/static/images/LeidenNetherlands2.jpg

Leave a Reply