Cek Label Benih Kedelai Sebelum Tanam

posted in: Berita | 0

 

Input akan mempengaruhi output. Jika kita ingin mendapatkan benih kedelai atau kedelai konsumsi dengan mutu yang bagus maka sudah seharusnya kita menggunakan benih kedelai yang bagus juga. Kenapa, karena benih kedelai yang bagus akan membawa kemurnian sifat – sifat varietas, daya tumbuh, sifat fisik, dan sifat kimia yang baik pula. Maka dari sinilah langkah pertama untuk mencapai swasembada kedelai akan dimulai, karena dengan menggunakan benih kedelai yang bermutu maka salah satu syarat untuk memperoleh potensi hasil yang maksimal dari suatu jenis varietas kedelai sudah terpenuhi.

Benih kedelai dikatakan baik dan berkualitas jika telah memiliki label sertifikasi. Benih yang telah tersertifikasi berarti telah memenuhi standar sertifikasi untuk produksi benih dan standar mutu benih baik secara dilapangan maupun secara laboratorium. Sertifikasi benih kemudian dibagi lagi menjadi 4 jenis yaitu Breeder Seed, Foundation Seed, Registered Seed/Stock Seed, dan Certified Seed. Tiap jenis benih memiliki spesifikasi yang berbeda dan disimbolkan dengan warna – warna tertentu.

Menurut Pedoman Umum Benih Sumber Kedelai ada 5 variabel yang menjadi standar mutu dari suatu jenis benih kedelai yaitu kadar air maksimum, benih murni minimal, kotoran benih maksimal, benih varietas lain maksimal, dan daya tumbuh minimal. Semuanya harus dipenuhi untuk dapat memenuhi sertifikasi label benih yang diharapkan dan mampu menghasilkan kualitas kedelai yang baik.

Jenis label benih diatur secara resmi oleh Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia. Tiap label benih memiliki tingkat kemurnian yang berbeda. Benih dengan kemurnian sempurna atau paling baik akan memiliki harga yang paling mahal karena benih tersebut membawa sifat – sifat genetis yang mirip dengan tanaman kedelai indukan aslinya. Secara potensi hasil, maka benih yang paling murni memiliki potensi menghasilkan kedelai yang paling baik.

 

Breed Seed/Benih Penjenis/Label Kuning

Breed seed merupakan jenis benih kedelai yang paling murni. Breed seed diperoleh langsung dari benih inti atau Necleous Seed. Benih kedelai berlabel kuning ini jumlahnya sangat sedikit dan dirawat langsung oleh para pemulia tanaman. Benih ini diproduksi dibawah pengawasan pemulia yang bersangkutan dengan prosedur baku yang memenuhi sertifikasi sistem mutu sehingga tingkat kemurnian genetik varietas  (true-to-type) terpelihara dengan sempurna.

Penyaluran benih penjenis (BS) kepada Balai-Balai Benih Propinsi atau Institusi Perbenihan lainnya  dilakukan oleh Direktorat Perbenihan atau langsung dari Institusi Penyelenggara Pemuliaan (Balitkabi).

 

Foundation Seed/Benih Dasar/Label Putih

 Benih dasar merupakan benih turunan dari Breed Seed. Benih dasar memiliki sifat – sifat yang dijaga kemurniaannya seperti Breed Seed karena diproduksi dan diawasi secara intensif dari pihak pemulia tanaman. Untuk itu hanya pihak yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yang dapat memproduksi benih label putih. Sementara untuk sertifikasinya dilakukan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih.

Penyaluran benih dasar (FS/BD) kepada balai benih, perusahaan benih swasta atau penangkar benih profesional di tingkat kabupaten dilakukan oleh Dinas Pertanian Provinsi atau Balai Benih Provinsi.

 

Registered Seed/Stock Seed/Benih Pokok/Label Ungu

Registered Seed merupakan benih yang diturunkan dari Foundation Seed. Benih ini tetap harus mendapatkan perlakuan yang sebaik – baiknya untuk menjaga kualitas yang diharapkan. Produksi Benih Label Ungu ini umumnya dilakukan oleh para penangkar di berbagai daerah dan diawasi sertifikasinya dilakukan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih. Dibandingkan dengan Breed Seed dan Foundation Seed, benih ini lebih mudah untuk dijumpai di pasaran.

Penyaluran benih pokok (SS/BP) kepada perusahaan benih swasta atau penangkar benih. dilakukan oleh Balai Benih di tingkat kabupaten atau perusahaan benih swasta/penangkar benih profesional (Maisyura, 2017).

 

Certified Seed/Benih Sebar/Laber Biru

Benih label biru mudah untuk ditemui di pasaran. Benih ini umumnya ditanam oleh petani dan kedelai hasil panennya digunakan untuk kedelai konsumsi yang diolah menjadi seperti tahu, tempe, dan susu kedelai.

Penyaluran benih sebar (BR/BR1) kepada petani dilakukan oleh BUMN/Swasta/Penangkar melalui kios-kios penyedia sarana produksi (Maisyura, 2017).

Referensi

Pedoman Umum Produksi Benih Sumber Kedelai hal 8 – 13.

Leave a Reply