Pengolahan Lahan Yang Perlu Dilakukan Sebelum Menanam Kedelai

posted in: Berita | 0

Pada dasarnya tanaman kedelai menghendaki lahan yang tidak tergenang dengan air, tidak terlalu basah, dan cukup lembab.  Akan tetapi, lahan untuk tanaman kedelai perlu diolah agar tanaman kedelai dapat berkembang dengan maksimal. Pengolahan lahan yang dilakukan sebelum menanam kedelai antara lain penggemburan tanah, pembersihan dari lahan dari gulma, pembuatan drainase, dan pemupukan.

Penggemburan tanah dilakukan agar benih mudah tumbuh, pertumbuhan kecambah dan akar tanaman dapat berkembang sempurna. Pada lahan kering, penggemburan tanah dilakukan dengan cara tanah dicangkul/ dibajak/ ditraktor sedalam 5 – 10 cm sebanyak 2 kali. Pada cangkulan 1 biarkan bongkahan terangin-angin selama 5 – 7 hari. Pencangkulan ke 2 sekaligus digemburkan, dibersihkan dari gulma dan diratakan. Kemudian tanah yang sudah diolah dibiarkan selama 3 – 4 minggu, untuk memperoleh struktur tanah yang baik.

Pada lahan sawah, yang perlu dilakukan adalah membersihkan tanah dari gulam dan sisa – sisa jerami hasil panen padi. Gulma perlu dibersihkan agar nutrisi pada pada tanah dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh tanaman kedelai yang ditanam. Jerami padi dibabat dan dihamparkan serta dibiarkan selama 3 hari agar kering. Setelah itu dibakar. Dua minggu setelah jerami dibakar, lahan disemprot dengan herbisida.

Untuk mencegah genangan air pada lahan kedelai maka perlu dibuatkan drainase. Genangan air akan menyebabkan benih kedelai membusuk dan gagal tumbuh. Drainase pada lahan tanaman kedelai dibuat  setiap 3 – 4 meter, sedalam 25 – 30 cm, lebar 20 – 25 cm.

Dalam rangka menambah nutrisi pada lahan kedelai maka perlu dilakukan pemupukan sebelum  penanaman kedelai. Nutrisi yang cukup akan membuat setiap sel pada tanaman kedelai berkembang dengan baik sehingga mampu menghasilkan panen kedelai yang maksimal. Pupuk yang digunakan merupakan pupuk dasar yang berupa TSP sebanyak 75 kg – 200 kg/ha, KCl 50 kg – 100 kg/ha, dan Urea 50 kg/ha. Dosis pupuk dapat pula disesuaikan dengan anjuran petugas Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) setempat. Pupuk disebar secara merata di lahan, atau dimasukkan ke dalam lubang di sisi kanan dan kiri lubang tanam sedalam 5 cm.

Pada tanah yang asam maka perlu dilakukan pengapuran. Tanah asam yang ditanami kedelai akan menyebabkan munculnya gangguan pada tanaman seperti daun rontok dan tanaman kedelai tumbuh kerdil. Pengapuran dapat dilakukan dengan dolomit atau dengan campuran pupuk kandang yang disebar secara merata pada lahan kedelai. Untuk dosisnya, dapat dikonsultasikan dengan penyuluh pertanian, mengikuti tingkat keasaman pada lahan kedelai tersebut.

Sumber :

Aep Wawan Irwan. 2006. Budidaya Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merill). Bandung. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran.

Anonim. 2011. Penyiapan Lahan Tanaman Kedelai. Diakses Dari http://cybex.pertanian.go.id/materipenyuluhan/detail/2557

Sumber Gambar Header :

https://i2.wp.com/nfu.org/wp-content/uploads/2017/09/Tractor_6195R.jpg?w=2400

Leave a Reply