Jejak Sejarah Kedelai Di Indonesia

posted in: Uncategorized | 0

Tanaman kedelai memang bukanlah asli dari Indonesia. Salah satu sumber mengatakan bahwa kedelai berasal dari daerah China Utara yang kemudian tersebar ke berbagai negara di asia melalui jalur perdagangan darat dan laut. Walaupun demikian, beberapa sumber menunjukkan bahwa kedelai telah lama ditanam dan diolah menjadi bahan pangan di Indonesia. Berikut ini beberapa bukti bahwa kedelai telah lama ditanam di Indonesia.

Prasasti Watukura

Dalam Prasasti Watukura tahun 902 Masehi disebutkan kata tahu di dalamnya. Seperti yang kita tahu bahwa tahu merupakan makanan yang terbuat dari kedelai. Sayangnya tidak ada informasi tentang kedelai pada prasasti tersebut.

Serat Sri Tanjung

Serat Sri Tanjung berisi tentang berdirinya kota Banyuwangi pada sekitar abad ke – 12 dan 13. Di sana kedelai pertama kali disebutkan dengan kata “kadele”. Akan tetapi tidak ada informasi lebih lanjut tentang jenis kedelai apa yang ditanam dan diolah sebagai apa pada masa itu.

Publikasi “Herbarium Amboinense

Pada tahun 1673, Georgius E. Rumphius menulis publikasi tentang kedelai yang dia temui di Amboina (Ambon) dalam publikasi yang berjudul “Herbarium Amboinense” (The Flora of Amboina), Vol. 5. Ditulis oleh Rumphius bahwa masyarakat Ambon pada saat itu menanam kedelai hitam, akan tetapi jumlahnya tidak sebanyak yang ditanam di Pulau Jawa, Bali, dan pulau – pulau di wilayah Malaysia. Sebagian dari hasil panen kedelai di Ambon dijual kepada orang – orang China untuk buat tepung kedelai lalu diolah lagi menjadi mie yang disebut Tautsjiam atau Lara dalam bahasa Latin, Laxa dalam bahasa Belanda dan Tahu.

Serat Centhini

Di dalam Serat Chentini, disebutkan adanya kedelai dan tempe di wilayah Jawa Tengah pada masa itu. Dalam Serat Centhini jilid ketiga, digambarkan perjalanan Cebolang dari candi Prambanan menuju Pajang, mampir di dusun Tembayat wilayah Kabupaten Klaten dan dijamu makan siang oleh Pangeran Bayat dengan lauk seadanya: “…brambang jae santen tempe … asem sambel lethokan …” sambel lethok dibuat dengan bahan dasar tempe yang telah mengalami fermentasi lanjut.

Kisah lain dalam Serat Centhini jilid 12, digambarkan perjalanan Jayengresmi alias Amongraga, salah satu putra Sunan Giri sampai di Dusun Bustam. Di tempat ini, mereka dijamu oleh Ki Arsengbudi dengan berbagai makanan dan salah satunya tempe kedelai.

Sumber : History Of Soybeans And Soyfoods In South East Asia

Sumber Gambar Header : Freepik.Com

Leave a Reply