Menanam Kedelai Dapat Menyuburkan Tanah

posted in: Uncategorized | 0

Tanaman kedelai merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi besar, khususnya untuk hasil panennya yang diolah menjadi berbagai bahan pangan. Tanaman kedelai diduga telah ribuan tahun di tanam di wilayah China. Di Indonesia, kata kedelai pertama kali ditemukan pada Serat Sri Tanjung sekitar abad ke – 12 dan 13. Berdasarkan publikasi Rumphius pada tahun1673, kedelai yang ditanam di Ambon, Jawa, dan Bali pada masa itu adalah kedelai hitam.

Berbicara tentang manfaat menanam kedelai, pikiran kita akan mengarah pada berbagai produk olahan pangan seperti tahu, tempe, susu kedelai, dan tauco. Produk – produk ini memiliki nilai nutrisi yang baik untuk dikonsumsi dan mudah diperoleh dengan mudah. Akan tetapi ada manfaat lain dari menanam kedelai selain untuk produk olahannya, yaitu menyuburkan tanah.

Tanaman kedelai mampu membantu menyuburkan tanah dengan meningkatkan kadar nitrogen (N) pada tanah di sekitarnya. Akar pada tanaman kedelai memiliki bintil – bintil hasil merupakan simbiosis mutualisme antara akar dengan bakteri dari genus Rhizobium. Rhizobium dalam bintil akar akan memfiksasi (menangkap) nitrogen bebas di udara. Nitrogen  yang ditangkap ada yang dimanfaatkan untuk pertumbuhan tanaman kedelai itu sendiri dan sebagian lainnya akan dilepaskan di tanah sekitarnya.

Aktivitas bintil – bintil akar kedelai dengan bakteri Rhizobium ini sangat bermanfaat bagi petani yang menanam kedelai secara bergantian dengan tanaman pangan lainnya. Unsur N dalam tanah yang berkurang setelah ditanami tanaman pangan sebelumnya akan dibantu dikembalikan oleh tanaman kedelai. Umumnya setelah panen petani akan membiarkan akar kedelai tetap di dalam tanah untuk menyuburkan tanah.

Leave a Reply