Tempe Lebih Banyak Mengandung Isoflavon Aglikon Daripada Susu Kedelai

posted in: Berita | 0

Sebagai kacang – kacangan, kedelai mengandung senyawa isoflavon yang bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan tubuh. Ada empat bentuk senyawa isoflavon yang terdapat dalam kedelai, yaitu aglikon, glikosida, asetilglikosida, dan malonilglikosida. Dari keempatnya, isoflavon aglikon (genistein,  daidzein,  dan  glisitein) merupakan bentuk yang lebih mudah diserap oleh usus halus. Dengan lebih mudah untuk diserap oleh usus halus, maka kandungan isoflavon tersebut akan lebih mudah dimanfaatkan oleh tubuh.

Seperti yang kita ketahui bahwa ada berbagai macam olahan dari bahan kedelai. Tiap olahan kedelai tentu memiliki kandungan isoflavon yang berbeda. Bagi seseorang yang ingin mendapatkan isoflavon yang lebih banyak dari suatu olahan kedelai maka penting untuk memperhatikan kandungan isoflavon dari suatu jenis olahanya.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Fawwaz, Natalisnawati, dan Baits, dibandingkan berapa banyak kandungan isoflavon pada tempe dan susu kedelai. Hasilnya, kadar isoflavon aglikon dalam bentuk genistein rata-rata pada ekstrak tempe 5 kali lebih tinggi dari pada ekstrak susu kedelai. Hal ini bisa terjadi karena proses fermentasi pada tempe mampu melepas ikatan gula pada isoflavon glikon sehingga menghasilkan isoflavon aglikon dalam bentuk genistein.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa pemanfaatan isoflavon aglikon dalam kedelai dapat memberikan manfaat baik untuk kesehatan. Akan tetapi penting untuk memperhatikan dosis dan kondisi tubuh seseorang yang akan mengkonsumsinya.

 

Referensi

Fawwaz, M., Natalisnawati, A,. dan Baits, M. 2017. Kadar Isoflavon Aglikon Pada Ekstrak Susu Kedelai Dan Tempe

 

Gambar Header

JanellaPurcell.Com

 

Leave a Reply