Varietas Kedelai Unggulan Yang Banyak Ditanam Oleh Para Petani Indonesia

posted in: Berita | 0

Sebagai komoditas bahan pangan strategis yang dikonsumsi oleh banyak masyarakat, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kedelai lokal. Pengembangan dan pelepasan kedelai varietas unggul menjadi salah satu upaya yang terus dilakukan agar kedelai dapat tumbuh di berbagai kondisi wilayah dan memberikan hasil panen yang memenuhi kebutuhan nutrisi untuk dikonsumsi. Maka tidak heran jika hingga saat ini ada sekitar 80 varietas kedelai lokal unggulan.

Akan tetapi tidak semua varietas kedelai lokal unggulan tersebut ditanam oleh para petani. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam menanam suatu varietas kedelai seperti ketersediaan benih, informasi dari penyuluh pertanian, persepsi yang ada di lingkungan petani, dan preferensi dari konsumen kedelai di sekitarnya.

Krisdiana (2013) melakukan penelitian tentang penyebaran varietas kedelai unggul kedelai dan dampaknya terhadap ekonomi pedesaan. Penelitian dilakukan pada wilayah sentra produksi kedelai di Indonesia, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat,Nangroe Aceh Darussalam, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan dengan total responden mencapai 600 orang petani.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas unggul kedelai yang paling banyak digunakan petani adalah Anjasmoro (32,1% petani pengguna dengan luas area 190.567 ha), Wilis (17,9% petani pengguna, luas area 93.187 ha), Mahameru (9,1% petani pengguna, luas area 78.190 ha), Grobogan (11,2% petani pengguna, luas area 71.576 ha). Varietas kedelai yang disukai petani adalah yang memiliki umur berbunga 35-40 HST, umur panen 70-75 HST, percabangan banyak, hasil mudah dijual, warna kulit biji kuning, bentuk biji bulat, dan ukuran biji besar (Krisdiana, 2013).

Faktor penghambat adopsi varietas unggul kedelai oleh petani adalah tidak tersedianya benih pada saat tanam, benih tidak sesuai dengan keinginan petani, harga benih mahal, dan tempat penjualan benih unggul jauh dari lokasi usahatani (Krisdiana, 2013).

 

Sumber

Krisdian, R. 2013. Penyebaran Varietas Unggul Kedelai Dan Dampaknya Terhadap Ekonomi Perdesaan. Malang : Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian.

 

Sumber Gambar :

Https://www.realtree.com/food-plots-and-land-management/articles/food-plot-seed-how-to-plant-soybeans

Leave a Reply