Sentra Penanaman Kedelai Di D.I Yogyakarta

posted in: Berita | 0

Selain sebagai wilayah yang terkenal akan pariwisatanya, Daerah Istimewa Yogyakarta juga memiliki lahan pertanian yang cukup luas. Ada berbagai komoditas yang ditanam seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah, dan tebu. Setelah beberapa tahun terakhir luasan lahan kedelai di D.I Yogyakarta terus menurun, pada tahun 2018 ini diupayakan untuk meningkat.  Adapun wilayah di Yogyakarta yang rutin menanam kedelai terdiri dari Kab. Kulon Progo, Kab. Bantul, dan Kab. Gunung Kidul.

Kab. Kulon Progo

Dikutip dari MediaIndonesia.Com, pada tahun 2018 luasan area penanaman kedelai mencapai 2.634 ha. Daerah terluas yang menanam kedelai berada di wilayah kecamatan Nanggulan yang mencapai 985ha. Sementara daerah lain yang juga menjadi sentra penanaman kedelai di Kab. Kulon Progo meliputi Kec. Kalibawang, Kec. Galur, Kec. Lendah, Kec. Panjatan, Kec. Girimulyo, dan Kec. Sentolo.

Kab. Bantul

Di antara sentra penanam kedelai di D.I Yogyakarta, Kabupaten Bantul merupakan wilayah dengan luasan lahan terkecil. Dikutip dari AntaraNews.Com, pada tahun 2018 luas lahan kedelai di Bantul hanya mencapai 878 hektar. Kondisi ini terpaut sangat jauh dibanding lahan padi yang pada 2016 mencapai sekitar lima belas ribu hektar. Adapun wilayah yang menjadi sentra penanaman Kedelai Di Kab. Bantul meliputi Kec. Imogiri, Kec. Dlingo, dan Kec. Pundong.

Kab. Gunung Kidul

Kab. Gunung kidul memiliki lahan kedelai yang paling luas di wilayah D.I Yogyakarta. Dikutip dari Jogja.AntaraNews.Com, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul Raharjo menyatakan bahwa sampai Maret 2018, Gunung Kidul sudah memiliki 3.121 hektare lahan. Gunung Kidul memiliki sentra lahan kedelai di Kecamatan Semin, Playen, Semanu, Karangmojo, Wonosari, dan Nglipar. Akan tetapi, yang menjadi permasalahan adalah rendahnya produktivitas yang baru mencapai 1,2 ton/ha.

 

Sumber Gambar :  http://dppka.jogjaprov.go.id/peta-diy.html

Leave a Reply