Standard Mutu Kedelai Yang Perlu Diketahui

posted in: Berita | 0

Secara sederhana mutu merupakan baik buruknya suatu produk. Apabila kita berbicara tentang kedelai maka mutu kedelai berarti tentang baik buruknya kondisi kedelai yang ada. Menjaga mutu kedelai memiliki manfaat yang baik bagi petani maupun konsumen yang membeli atau menggunakan kedelai. Bagi petani, kedelai dengan mutu baik dapat meningkatkan nilai komersial atau sederhananya memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Bagi konsumen kedelai, mutu kedelai menjadi kepercayaan bagi mereka dalam mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli kedelai.

Sayangnya kita jarang mendapatkan informasi yang baku tentang mutu kedelai. Kita hanya tahu kedelai yang bermutu biasanya bersih, bewarna kuning, dan berbiji besar. Padahal ada standar baku yang telah ditetapkan untuk mutu kedelai. Tujuannya adalah sama – sama untuk melindungi petani maupun konsumen. Berikut ini standar mutu biji kedelai menurut SK bersama Deptan, Depkop, dan BULOG No. 456/BUK/XI./1988 dan SNI (1995) yang dikutip dari Ginting dan Tastra : Standar Mutu Biji Kedelai

 

 

Pengertian definisi masing-masing komponen mutu kuantitatif tersebut adalah sebagai berikut:

  • Kadar air, adalah jumlah kandungan air dalam biji kedelai yang dinyatakan dalam persentase berat basah.
  • Butir belah, adalah biji kedelai yang kulit bijinya terlepas dan keping-keping bijinya terlepas atau tergeser.
  • Butir rusak, adalah biji kedelai yang berlubang bekas serangan hama,pecah karena mekanis, biologis, fisis, dan enzimatis seperti berkecambah, busuk, timbul bau yang tidak disukai, dan berubah warna ataupun bentuk.
  • Butir warna lain, adalah butir kedelai yang warnanya tidak sama dengan aslinya akibat campuran dengan varietas lain.
  • Kotoran, adalah benda asing seperti pasir, tanah, potongan sisa batang, daun, kulit polong, biji-bijian lain yang bukan kedelai.
  • Butir keriput, adalah biji kedelai yang berubah bentuknya dan keriput,termasuk biji sangat muda atau tidak sempurna pertumbuhannya.

 

Dari standar baku tersebut dapat dilihat bahwa semakin tinggi mutu kedelai, maka semakin rendah jumlah butir rusak, belah, beda warna, keriput, dan kotoran lain. Bagi konsumen hal ini menguntungkan karena semakin efisien jumlah kedelai yang digunakan untuk diolah. Bagi petani, meskipun harus mengeluarkan biaya tambahan untuk penanganan pasca panen, tapi harga jual dan kepercayaan konsumen dapat meningkat.

 

Sumber : Ginting dan Tastra : Standar Mutu Biji Kedelai

Sumber Gambar : www.coolseed.com

Leave a Reply