Jawa Timur Sebagai Sentra Kedelai

posted in: Berita | 0

Menurut Outlook Tanaman Pangan Dan Hortikultura 2017 – Kementerian Pertanian RI, selama periode 2013-2017, produksi kedelai di Pulau Jawa yang meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih mendominasi sebagai sentra produksi kedelai sebesar 62,97% dari total produksi kedelai nasional. Dari keempat provinis di Pulau Jawa yang menjadi sentra kedelai, Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat pertama sebagai sentra produksi kedelai, bahkan untuk nasional. Selama periode 2013-2017, Provinsi Jawa Timur rata – rata menyumbang 37.33% dari total produksi kedelai nasional.

Merujuk data pada jatim.bps.go.id, pada tahun 2016 total produksi kedelai Provinsi Jawa Timur mencapai 274.317 ton. Total produksi ini menurun sejak tahun 2014 dan mengalami penurunan terbesar pada tahun 2016 yang mencapai 70.000 ton dibandingkan dengan produksi tahun 2015. Peringkat pertama dan kedua produsen kedelai di Provinsi Jawa Timur diduduki oleh Kabupaten Sampang dan Banyuwangi. Selain kedua kabupaten tersebut, wilayah di Provinsi Jawa Timur yang juga memiliki produksi kedelai cukup tinggi adalah Kabupaten Ponorogo, Jember, Bojonegoro, Blitar, Ngawi, Lamongan, dan Bangkalan.

Produktivitas kedelai di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2016 sebesar 1.51. Artinya, dalam satu hektar tanaman kedelai rata – rata mencapai 1.51 ton. Angka produktivitas ini tentu belum mencapai harapan di kisaran angka 2 ton per hektar, akan tetapi jika ditelaah lebih lanjut, produktivitas kedelai di Provinsi Jawa Timur memiliki trend meningkat dari yang tadinya hanya 1.26 di tahun 2007. Sementara, wilayah yang memiliki produktivitas kedelai tertinggi di Provinsi Jawa Timur adalah Kabupaten Jember sebesar 2.05.

Menurut Balitkabi, hingga tahun 2015 di Provinsi Jawa Timur petani kedelai masih menyukai varietas Wilis, meskipun sudah mulai tergeser oleh varietas kedelai berbiji besar seperti Anjasmoro, Baluran, Argomulyo, dan Burangrang. Varietas Wilis masih disukai karena biji tidak mudah pecah dan benih masih cukup banyak beredar di petani. Wilis sangat populer ditingkat petani, antara lain karena sebelum tahun 1983 belum ada varietas unggul kedelai yang memiliki potensi hasil lebih dari 1,5 t/ha. Munculnya varietas unggul Wilis memberi harapan besar bagi petani saat itu, yaitu memiliki potensi hasil lebih dari 1,5 t/ha bahkan pada daerah produktif dapat mencapai lebih dari 2 t/ha (Susanto dan Nugraheni, 2016).

 

Sumber Gambar : http://czeshop.info/2017/soybean-crop.html

Leave a Reply